TIM PPKO KM FAKULTAS PSIKOLOGI UNS AJAK WARGA DESA SEKARAN GOTONG ROYONG TANAM 282 BIOPORI MELALUI MONITORING DAN CONTROLLING 9 RW
WONOSARI, KLATEN – Setelah melalui tahap edukasi dan pembekalan, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Keluarga Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (KM FPsi UNS) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Klaten menggelar puncak kegiatan berupa simbolisasi penanaman biopori pertama di Desa Sekaran, Wonosari, Klaten, pada Minggu (28/6/2026). Simbolisasi ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kerja bakti penanaman biopori yang selanjutnya dilaksanakan warga secara serentak di 9 RW, hingga menghasilkan tertanamnya 282 lubang biopori.
Simbolisasi penanaman biopori pertama dilakukan di Taman Baca Desa Sekaran yang menjadi penanda dimulainya gerakan pengelolaan sampah organik mandiri berbasis masyarakat. Rangkaian acara dihadiri oleh 54 warga Desa Sekaran, jajaran pemerintah desa, perwakilan DLH Kabupaten Klaten, serta 15 anggota Tim PPKO KM FPsi UNS yang didampingi oleh dosen pembimbing dan pembina ormawa.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Sekaran, Bapak Hery Tri Marjono, S.T., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menggerakkan kesadaran lingkungan di tingkat desa. Turut hadir Ibu Sherly Suharto selaku Perwakilan Kepala Bidang DLH Klaten, dua narasumber DLH yaitu Bapak Endi Priyana dan Bapak Ahmad Dian Khoiri Mahfud, Sekretaris Desa Sekaran Bapak Danang, Wakil Dekan Bidang Akademik, Non Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Psikologi UNS Dr. Aditya Nanda Priyatama, S.Psi., M.Si., Tim Bina Desa Center UNS Ibu Fadjri Kirana Anggarani, S.Psi., M.A., Pembina KM FPsi UNS Ibu Selvi Sumardin, S.Psi., M.A., serta Dosen Pendamping Tim PPKO KM FPsi 2026 Ibu Alma Marikka Geraldina, S.Psi., M.A., Ph.D.
Narasumber DLH Kabupaten Klaten memaparkan spesifikasi teknis biopori yang ditanam, yaitu diameter 10–30 cm dan kedalaman 30–100 cm. Idealnya setiap rumah tangga membuat enam lubang biopori, satu lubang penuh dalam sekitar sepuluh hari, dan pada hari ke-60 sudah dapat dipanen menjadi kompos.
Setelah sesi pemaparan dan tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan simbolisasi penanaman biopori pertama, menandai dimulainya kerja bakti bersama antara Tim PPKO KM FPsi UNS, jajaran pemerintah Desa Sekaran, serta warga setempat. Warga bersama-sama turun langsung menggali dan menanam biopori di berbagai titik lingkungan permukiman, dengan total keseluruhan mencapai 282 lubang biopori dari 9 RW.
Kegiatan gotong royong ini menjadi bentuk konkret transisi dari edukasi menuju aksi nyata, sekaligus mempererat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pemanfaatan hasil kompos biopori untuk mendukung Tanaman Obat Keluarga (Toga), serta tujuan ke-17 melalui penguatan kemitraan antara masyarakat, pemerintah desa, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten.
Dengan terlaksananya simbolisasi dan kerja bakti penanaman 282 lubang biopori ini, diharapkan warga Desa Sekaran dapat semakin mandiri dalam mengelola sampah organik rumah tangga, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan. Ke depannya, terhitung dari tanggal 28 Juni 2026, Tim PPKO KM FPsi UNS akan melakukan monitoring secara berkala guna memastikan keberlanjutan pemanfaatan biopori oleh warga Desa Sekaran.
What's Your Reaction?





